• HUMOR
  • Minggu, 02 September 2012

    Cara Memikat Wanita

    Wanita adalah seorang sosok yang sangat kompleks dan banyak membuat hati pria kebingungan apa sih yang sebenarnya si wanita itu ingingkan. Terkadang wanita berkata “A”, tetapi pada saat pria memberikan “A”, malah wanita mau “B”. Dan pada waktu si pria berikan “B”, si wanita malah berkata mau “A” justru hal itu lebih bagus dari “B” tanpa suatu alasan yang pasti.
    Para pria Sering kali memandang bahwa cinta seorang wanita sebagai salah satu kebutuhan primer mereka, dimana jika tidak mendapatkannya segera mungkin bisa menjadi penyebab kematian jiwa sang pria.

    Kamis, 23 Agustus 2012

    10 Fakta Unik Tentang Fisika

    Orang yang beranggapan sains membosankan, mereka salah. Berikut 10 fakta yang menjadi alasan mengapa sains tak membosankan bahkan cukup unik. Menurut penulis We Need to Talk About Kevin, Marcus Crown, berikut 10 fakta unik tentang ilmu fisika:
    1. Jika matahari terbuat dari pisang.
    Matahari panas karena beratnya yang luar biasa, sekitar bermiliar-miliar ton dan membuatnya menjadi inti tekanan kolosal. Tekanan besar menimbulkan temperatur besar. Jika matahari terbuat dari pisang, maka beratnya akan bermiliar-miliar ton dan memiliki efek yang sama dengan matahari.

    Tips Membaca Karakter Seseorang dari Tulisan Tangan

    Saat kita menulis sebenarnya tangan kita hanya sebagai alat untuk memegang pena. Gaya tulisan kita itu berasal dari pikiran bawah sadar kita. maka bisa dikatakan bahwa tulisan bisa mengungkapkan berbagai perasaan emosi si penulisnya. Tentu saja untuk mengetahuinya tidak sembarangan ada ilmu membaca rahasia dibalik tulisan tangan atau yang disebut dengan graphology. Ambil pulpenmu dan tuliskan sesuatu, yang mana yah kira-kira karaktermu? Berikut penjelasan secara garis besarnya.
    Tekanan
    Dari kuat atau ringannya tekanan tulisan seseorang kita dapat mengetahui karakter orang tersebut. Bisa kamu perhatikan dengan memperhatikan bekas goresan dibalik kertas.
    Tekanan yang kuat:
    Orang yang tulisannya tebal hingga menimbulkan bekas coretan dibalik kertas biasanya mereka memiliki emosional yang tinggi. Terlalu mendalami perasaan mereka baik itu bahagia atau sakit hati. Mereka menyerap segala suatu seperti spon. Biasanya mereka juga memiliki selera yang tinggi. Tegas dan memiliki keinginan yang kuat bahkan cenderung memaksakan orang lain untuk menuruti kemauan meraka. Makanya tak jarang orang yang memiliki tekanan tulisan seperti ini biasanya kaku susah menyesuaikan diri dalam pergaulan.

    Sabtu, 18 Agustus 2012

    Bola Hitam & Bola Putih


    Ari, begitulah nama panggilannya. Dia adalah anak satu-satunya dari sebuah keluarga yang bahagia. Bapaknya adalah seorang yang terpelajar dan memiliki kekayaan dari hasil warisan orang tuanya. Ibunya adalah seorang wanita karier yang sangat sukses. Kedua orang tua Ari sangat sayang padanya.
    Suatu hari, Ari terlihat termenung memperhatikan sepatu yang digunakan teman TK-nya. Ibunya yang sempat melihat hal ini menjadi terenyuh dan ingin membelikan Ari sepasang sepatu untuknya. “Ari mau sepatu seperti yang dipakai Andre?” tanya Ibunya.
    “Nggak Bu,” katanya tanpa mengubah ekspresi wajahnya.
    “Lho, nggak apa-apa Ari, Ibu bisa kok membelikan sepatu seperti itu. Bahkan kalau Ari mau yang lebih bagus dari itu, Ibu juga bisa belikan.”
    Ari menggelengkan kepalanya. “Nggak ah Bu. Kalau Ibu memang punya uang, Ari minta dibelikan bola berwarna hitam dan putih saja.”

    “Untuk apa bola hitam dan putih Ari ? Kamu tidak senang dengan sepatu bagus yang dipakai oleh Andre teman sekelasmu?”
    Ari menggelengkan kepalanya, “Ari bukannya nggak senang sama sepatunya Andre. Ari senang kok kalau Ibu mau belikan sepatu seperti itu. Tapi Ari juga minta dibelikan bola hitam dan bola putih.”
    “Oke deh. Ibu belikan dua-duanya ya ?”
    Begitulah yang terjadi, pulang sekolah Ibunya langsung mengantarkan Ari untuk membeli sepatu yang jauh lebih bagus dibandingkan sepatu Andre teman kelasnya. Sesudah itu, meskipun agak sulit mencarinya, akhirnya Ari juga mendapatkan bola hitam dan bola putih yang dijanjikan Ibunya. Ari begitu senang dengan apa yang dibelikan Ibunya hari itu. Sepatunya langsung dipakai sementara bola hitam dan bola putihnya dia taruh di kamar dan tak pernah disentuhnya lagi.
    5 tahun kemudian, ketika Ari sudah kelas 4 SD, Ayahnya ingin sekali membelikanya sepeda. Ayahnya ingin sekali melihat anaknya bermain sepeda dengan anak-anak di kompleks tempat tinggal mereka. Kala itu, sepeda BMX adalah sepeda impian anak-anak seumuran Ari.
    “Ayah belikan sepeda seperti punya Dani yah ?. Mau ?”, tanya Ayahnya kepada Ari yang saat itu memang sedang memperhatikan sepeda BMX punya Dani anak tetangga sebelah rumah.
    “Ari nggak mau Yah.”
    “Lho ? Kenapa ? apa kamu ingin sepeda yang lebih bagus dari punya Dani ? Ayah bisa kok membelikan sepeda BMX yang lebih bagus dan asli buatan Amerika,” kata Ayahnya bangga.
    “Ari sebenarnya bukan nggak mau sepeda BMX seperti punya Dani Yah.”
    “Lalu ?” tanya Ayahnya agak bingung.
    “Tapi Ari kalau boleh memilih mau dibelikan apa, Ari lebih memilih dibelikan dua buah bola, warna hitam dan warna putih.”
    “Oh begitu. Tapi seingat Ayah, kamu pernah dibelikan Ibu bola hitam dan bola putih 5 tahun yang lalu ketika kamu dibelikan sepatu. Sekarang Ayah lihat bola hitam dan bola putih itu masih tetap ada di lemari kamar kamu, dan juga kamu nggak pernah memainkannya.”
    “Pokoknya Ari ingin dibeliin bola hitam dan bola putih ajah.”
    “Oke oke. Ayah belikan sepeda BMX, bola hitam dan bola putih yah ? Gimana ?” tanya Ayahnya. Ari menanggukan kepalanya dan tersenyum senang.
    Esok harinya, Ari pergi dengan Ayahnya untuk membeli sepeda BMX dan dua buah bola hitam dan putih. Sesampainya di rumah, bola hitam dan bola putih itu ditaruhnya di lemari tempat bola hitam dan bola putih yang 5 tahun lalu dibelikan Ibunya. Setelah itu, Ari pergi bermain menggunakan sepeda BMX barunya bersama teman-temannya.
    Ketika Ari menginjak bangku SMP, kedua orang tuanya ingin agar anak satu-satunya yang mereka sayangi bisa bermain gitar. Apalagi mereka sering memergoki Ari sedang melamun sambil memperhatikan Budi bermain gitar.
    “Ari sayang, Ayah dan Ibu akan membelikanmu sebuah gitar. Kamu pasti akan suka,” kata Ayahnya sambil tersenyum dan berharap anaknya akan menjawab, iya Ari suka.
    “Nggak mau Yah.”
    “Loh ? Kenapa ? Bukannya kamu sering memperhatikan Budi tetangga depan kita kalau lagi memainkan gitarnya ?”
    “Iya. Ari memang suka dengan gitar dan Ari ingin sekali bisa main gitar. Tapi kalau Ari bisa memilih, Ari lebih ingin dibelikan bola hitam dan bola putih,” katanya datar.
    “Ari,” kata Ayahnya heran dan sambil berusaha untuk tetap sabar. “Kok setiap kali ingin kami belikan sesuatu pasti minta bola hitam dan bola putih sih ? Ada apa kamu dengan bola hitam dan bola putih ? Di kamarmu sekarang ini sudah ada dua pasang bola hitam dan bola putih. Itu pun semenjak dibelikan tidak pernah rasanya Ayah dan Ibu melihat kamu memainkannya atau mempergunakannya.”
    “Pokoknya Ari mau dibeliin bola hitam dan bola putih.”
    “Oke. Oke.”
    “Sabar Yah, sabar”, kata Ibu menyabarkan Ayah yang sudah terlihat kurang bisa menahan kesabarannya. “Iya deh Ari. Ibu juga ingin melihat kamu itu bisa main gitar, makanya Ibu dan Ayah ingin membelikan kamu gitar.”
    “Iya, Ari mau ajah dibeliin gitar dan Ari juga mau belajar gitar. Tapi Ari minta dibeliin bola hitam dan bola putih juga.”
    Sorenya mereka pergi ke mall dan pulang membawa sebuah gitar yang bagus serta bola hitam dan bola putih. Seperti biasa, bola hitam dan bola putih dia taruhnya di lemari bersama dua pasang bola hitam dan bola putih sebelumnya. Setelah itu, dia pergi ke rumah Budi sambil membawa gitar barunya.
    Di bangku SMA, teman-temannya sudah banyak yang menggunakan sepeda motor. Ayah dan Ibunya merasa kasihan melihat anak satu-satunya jalan kaki pergi ke sekolah.
    “Ari, kamu mau sepeda motor apa ? Ayah akan belikan yang kamu suka. Hari ini kan ulang tahun kamu yang ke tujuh belas. Ayo, sebutkan saja, sepeda motor apa yang kamu ingin punya ?”
    “Ari ingin bola hitam dan bola putih ajah deh Yah.”
    “Ya ampun Ari, kamu ini kok tidak berubah juga sih ?” kata Ayah mulai kesal. “Kamu selalu minta dua barang itu. Apa sih untungnya bagi kamu itu ? Tiga pasang bola hitam dan bola putihmu yang di rumah itu untuk apa ?”
    “Sabar Yah,” kata Ibu menenangkan Ayah yang sudah mulai kesal.
    “Oke oke. Kali ini Ayah kabulkan untuk terakhir kalinya. Ayah akan belikan kamu motor dengan bola hitam dan bola putihmu itu,” kata Ayah cepat sekali seolah sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh Ari.
    Besok paginya, hari minggu, mereka pergi dan pulang membawa sepeda motor baru dengan dua buah bola hitam dan putih. Bola hitam dan putih langsung Ari masukan dalam lemari, setelah itu dia mencoba motornya dan pergi keliling kompleks.
    Tiga tahun kemudian, Ari diterima diperguruan tinggi swasta dan mengambil jurusan mesin. Teman-temanya saat itu sudah mulai mengendarai mobil. Ayahnya ingin sekali membelikan mobil untuk Ari, karena biar bagaimana pun, kedua orang tuanya merasa gengsi melihat anaknya masih naik motor sementara teman-temannya sudah mengendarai mobil.
    “Ari, Ayah mau membelikan kamu mobil tetapi kali ini jangan suruh Ayah beli bola hitam dan bola putihmu itu”, kata Ayah membuka pembicaraan dengan sedikit trauma. Bagaimana tidak, bola hitam dan bola putih benar-benar hal yang menyebalkan bagi Ayah, menyebalkan karena tidak pernah jelas apa maksudnya. Kali ini, pikirnya, Ayah tidak akan mau membelikan kamu mobil jika masih bersikeras minta dua benda yang nggak jelas itu.
    “Ari nggak mau Yah.”
    “Masih tetap bersikeras mau beli bola hitam dan bola putih sebelum Ayah belikan mobil ? Iya ?”
    “Iya”, kata Ari dengan mantap. “Kalu Ari boleh milih, Ari ingin dibelikan bola hitam dan bola putih saja. Kalau Ayah nggak mau belikan bola hitam dan bola putih, ya sudah, tidak usah belikan Ari mobil. Ari juga masih bisa naik motor.”
    “Oke kalau kamu mau begitu. Silakan saja,” kata Ayahnya kesal dan pergi masuk kamar tidurnya. Di kamar tidurnya Ayah berpikir keras, apa gerangan yang ada di otak anaknya itu. Dari dulu hanya ada bola hitam dan bola putih. Apa maksudnya ? Benar-benar tidak bisa masuk dalam nalar. Uang sebegini banyak hanya minta bola hitam dan bola putih yang harganya nggak seberapa itu. Aneh. Aneh sekali. Ada apa sih dengan bola hitam dan bola putih itu. Ayah merebahkan badannya yang sudah lelah ke tempat tidur, matanya memandang keatas, otaknya terus berputar memikirkan bola hitam dan bola putih, berpikir terus, hingga tak terasa ia pun tertidur.
    “Ayah, bangun. Ari Yah. Ari,” suara itu benar benar membuat Ayah bangun dari tidurnya. “Ari Yah … Ari.”
    “Ya ada apa dengan Ari.”
    “Ari kecelakaan Yah, motornya ditabrak mobil, sekarang dia ada di rumah sakit Yah.”
    “Ari ? Ditabrak ?” kata Ayah tidak percaya. Ayah segera bangkit dari tempat tidurnya. Pikirannya melayang tidak karuan. Ini pasti gara-gara saya pikirnya. Ari ingin mobil, tapi saya nggak mau membelikannya hanya karena … aduh, lagi-lagi bola hitam dan bola putih.
    “Ayo Bu, kita kerumah sakit segera,” kata Ayah mengajak dan berkemas pergi.
    Perjalanan menuju rumah sakit ternyata cukup lancar. Ayah mengendarai dengan kecepatan yang lebih dari biasanya. Sekali-kali dia bunyikan klakson, padahal rasanya tidak ada yang menghalangi jalan mobilnya. Tiba di pelataran rumah sakit, Ayah langsung memarkir mobolnya di tempat kosong yang pertama dilihatnya. Setelah parkir, keduanya pun turun dan setengah berlari masuk ke rumah sakit.
    Setelah menanyakan kamar gawat darurat di bagian informasi, keduanya segera berlari menaiki tangga karena lift sudah terlalu penuh. Sesampainya di lantai 2, keduanya segera masuk ke kamar gawat darurat dengan sebelumnya menggunakan baju lapis berwarna biru.
    Ari terlihat lemah tak berdaya. Tangan kanannya diberi infus yang terus menetes. Terdapat selang oksigen di kedua hidungnya, sementara kepalanya dibalut kain putih dengan warna agak memerah di bagian dahinya.
    “Bagaimana dokter ?” tanya Ayah dengan nafas masih tersengal-sengal.
    Dokter mengelengkan-gelengkan kepalanya, “Tabah ya Pak, yang sabar.”
    “Yah, mata Ari terbuka”, kata Ibu sambil menarik lengan Ayah. “Ari, ini Ibu … Ari.”
    “Ari, ini Ayah, bicaralah Ari. Ayah sayang sama kamu. Ayo bicara …”
    “Ari, ini Ibu, ayo bicara. Ari kenapa kamu kok bisa begini ?”
    “Ari, ini Ayah, Ari .. ayo sadar Ari. Ayah akan mau membelikan apa saja untukmu asalkan kamu bisa sembuh Ari. Ayo Ari, kamu kuat.”
    Mulut Ari sedikit terbuka, “Ari …. i … ngin …”. Multunya tertutup lagi lalu terbuka sedikit, “bo .. la hi .. tam .. dan …”
    “Cukup Ari, Ayah sudah tahu. Ayah akan belikan bola hitam dan bola putihmu sekarang. Tapi Ari … aduh Ari. Untuk apa bola hitam dan bola putih itu Ari ? Untuk Apa ? Ayah benar-benar nggak habis pikir sama kamu Ari, buat apa kamu selalu minta bola hitam dan bola putih itu ?”
    “Ay .. yah. Bo .. la .. it .. tu.”
    “Ya Ari … untuk apa ?”
    “Bo .. la it .. tu bu .. at … “
    “Ari ?”
    “Ari ?” tanya Ayahnya sambil menggocang-goncangkan badan Ari. “Ari ?”
    Dokter segera merangkul Ayah, dan Ayah pun menangis diikuti tangisan Ibu. Ari sudah pergi, pergi untuk selama-lamanya. Terus ? Bola hitam dan Bola putihnya untuk apa ? Auk ah ….




    sumber : http://riyogarta.com

    Cerita Seorang Gadis Buta

    Ada seorang gadis buta  yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.  Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia  berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat  dunia. Suatu  hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia  bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya,  “Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?”  Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia  menolak untuk menikah  dengannya.
    Kekasihnya  pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk suratsingkat kepada gadis  itu, “Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya.”
    Kisah  di atas memperlihatkan bagaimana  pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah.  Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan  lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena  telah menyertai dan menopang bahkan di saat  yang paling menyakitkan.

    Hidup  adalah anugerah
    Hari ini sebelum  engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar – Ingatlah akan  seseorang yang tidak bisa berbicara.
    Sebelum engkau  mengeluh mengenai cita rasa makananmu – Ingatlah akan seseorang yang  tidak punya apapun untuk dimakan.
    Sebelum engkau  mengeluh tentang suami atau isterimu – Ingatlah akan seseorang yang  menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.
    Hari ini sebelum engkau  mengeluh tentang hidupmu – Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat  pergi ke surga.
    Sebelum engkau mengeluh  tentang anak-anakmu – Ingatlah akan seseorang yang begitu  mengaharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
    Sebelum engkau  bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau  menyapu lantai – Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di  jalanan.
    Sebelum merengek karena  harus menyopir terlalu jauh – Ingatlah akan sesorang yang harus  berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
    Dan ketika engkau  lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu – Ingatlah akan para  penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan  pekerjaanmu.
    Sebelum engkau  menuding atau menyalahkan orang lain – Ingatlah bahwa tidak ada  seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.
    Dan ketika beban  hidup tampaknya akan menjatuhkanmu – Pasanglah senyuman di wajahmu dan  berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia  ini.
    Hidup  adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah  itu.
    NIKMATILAH  SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI!

    Alergi Langka,Bisa Meninggal Bila Di Cium

    VIVAlife - Usia Isla Franks enam tahun. Wajahnya imut. Pipinya gembil. Ekspresinya ceria. Gadis kecil ini memang sangat menggemaskan. Membuat mereka yang ingin memeluk dan menciumnya selalu meneteskan air mata.

    Dikutip Daily Mail, Isla mengalami alergi ekstrem yang sangat langka. Alih-alih membahagiakan, pelukan dan ciuman justru bisa membuat nyawanya melayang.

    Dokter mendiagnosisnya mengalami serangkaian alergi berat terhadap telur, susu, gandum, dan debu. Bersentuhan dengan semua itu akan membuat lehernya bengkak dan kulitnya terbakar dengan sensasi sakit luar biasa.

    "Pernah suatu ketika kami harus melarikannya ke rumah sakit gara-garanya dicium adiknya yang beberapa jam sebelumnya minum susu," ujar sang ibu, Katy Franks. "Di juga bereaksi parah hanya gara-gara duduk di samping teman sekolah yang memelihara kucing di rumah."

    Selama 24 jam, Isla harus memakai perban yang menutup sekujur tubuh dari leher, hingga tangan dan kaki. Ini cukup membantu melindungi kulitnya yang supersensitif dari kemungkinan serangan alergi tak terduga.

    Perban saja tak cukup. Bocah asal Stoke-on-Trent, Inggris, inipun harus menyimpan semua pakaiannya di dalam freezer untuk mencegah tungau debu menempel. Demikian juga dengan piranti makannya yang harus selalu streril.

    Isla tak bisa pergi ke pesta atau bermain keluar rumah tanpa pengawasan ketat. "Itu bisa sangat berbahaya. Jika ada anak-anak lain menyentuhnya setelah makan sesuatu, itu sangat bisa membunuhnya," ujar Katie.

    Kondisi menyiksa itu membuat Isla seringkali merasa terkucil. Sesekali, ia marah dengan dirinya sendiri hanya karena penasaran dengan rasa es krim. "Sungguh hal-hal kecil semacam ini yang membuatku sering menangis," kata sang ibu.


    sumber : http://life.viva.co.id

    FUNGSI PACARAN

    Hampir sebagian orang dewasa yang kini telah berumah tangga, sebelumnya pernah melakukan pacaran dengan pasangan hidupnya. Masa pacaran sebagai masa yang unik dan menarik untuk dikaji secara proporsional dalam studi perlembangan. Para ahli berusaha memperoleh gambaran yang ilmiah dalam penelitian empirisnyam di antaranya ialah Paul dan White (dalam Santrock, 1998). Menurut Paul dan White, ahli psikologi perkembangan remaja, menyatakan ada 8 fungsi pacaran yaitu sebagai berikut:


    a. Pacaran sebagai masa rekreasi
    Karena remaja memperoleh pengalaman yang menyenangkan, karena remaja memperoleh pengalaman baru untuk belajar menempuh kehidupan bersama dengan seorang yang dikasihi, disayangi, atau dicintainya. Kehadiran orang yang dicintai akan membangkitkan semangat hidup. Sebaliknya, ketidak hadirannya cenderung membuat seorang individu tidak bergairah atau tidak bersemangat. Itulah sebabnya, seorang remaja yang sedang berpacaran selalu merasa rindu mengharapkan kehadiran orang yang dicintainya.

    b. Pacaran sebagai sumber status dan prestasi
    Mempunyai atau memperoleh seorang pacar, berarti diri seseorang telah berhasil menjalin hubungan intensif, sehingga tercipta hubungan yang akrab dengan pacarnya. Seorang pacar lebuh dianggap lebih dari seorang teman atau sahabat, karena untuk memperoleh seorang pacar, seseorang harus berupaya mengenal pribadi secara mendalam yang ditandai dengan unsure saling percaya, menghargai, dan menerima antara satu dengan yang lainnya. Mereka yang telah mempunyai seorang pacar, akan memperoleh pengakuan social dalam lingkungan pergaulan social. Ia akan dikenal atau popular, dibandingkan dengan remaja yang lain yang belum mempunyai pacar.

    c. Pacaran sebagai proses sosialisasi
    Dalam masa pacaran, seorang individu akan dapat bergaul untuk belajar mengenal, menyerap nilai-nilai, norma, etika social dari kelompok social lainnya, sehingga diharapkan ia akan berprilaku sesuai dengan aturan-aturan norma social.

    d. Pacaran melibatkan kemampuan untuk bergaul secara intim, terbuka, dan bersedia untuk melayani/membantu individu yang lain jenis.
    Dalam masa pacaran, seorang individu dituntut untuk dapat memperhatikan kebutuhan orang yang dicintainya. Sebab mencintai berarti memberi perhatian kepada orang lain, karena orang tersebut sudah sepantasnya ditolong, dibantu, dihargai, dijaga lebih dari orang lain atau teman. Dengan demikian, untuk mewujudkan cintanya terhadap seorang pacar, dengan kesadaran pribadi, seorang individu biasanya rela berkorban baik waktu, tenaga, maupun biaya untuk orang yang dicintainya.

    e. Pacaran sebagai penyesuaian normative
    Artinya masa ini dapat dipandang sebagai masa persiapan untuk menguji kemampuan menyalurkan kebutuhan seksual secara normative, terhormat, dan sesuai dengan norma masyarakat. Dalam hal ini, menurut pandangan psikoanalisis Sigmund Freud (Hall, Lindzey dan Champbell, 1998), pacaran merupakan awalsublimasi dari penyaluran kebutuhan seksual secara normative melalui kehidupanyang berbeda jenis kelaminnya.

    f. Pacaran sebagai masa sharing: mengekspresikan perasaan, pemikiran, atau pengalaman
    Masa pacaran ini akan memberikan kesempatan individu agar berperan sebagai teman untuk berinteraksi maupun membagi berbagai pengalaman, perasaan, pemikiran, atau aktivitas kepada lawan jenisnya (pacar). Dangan demikian, individu dpat mengurangi beban stress, masalah, pribadi dan dapat mengikis sifat-sifat egois pribadi. Dengan pacarlah, seseorang mau mencurahkan beban perasaan, pengalaman secara terbuka tanpa merasa malu. Sebab dia tahu bahwa orang yang dicintai tersebut tidak akan membocorkan rahasianya kepada orang lain.

    g. Pacaran sebagai masa pengembangan identitas
    Masa pacaran memberikan pengalaman penting yang berpengaruh bagi pembentukan dan pengembangan identitas diri seorang individu. Dalam masa pacaran, seorang remaja dapat memisahkan antara identitas pribadi dengan identitas yang berasal dari kehidupan keluarganya. Seorang remaja dilatih untuk bersikap mandiri dan dewasa dalam menghadapi permasalahan (percek-cokan, pertengkaran, perbedaan pendapat) dengan pacarnya. Dengan keberhasilan menyelesaikan suatu masalah, seorang remaja akan semakin mantap menjalani masa pacarannya. Sebaliknya, yang tidak berhasil dalam mengatasi masalah, cenderung menimbulkan perasaan ragu-ragu, tak percaya diri, pesimis untuk melanjutkan masa pacarannya dengan pacarnya. Bahkan hal itu akan diakhiri dengan perpisahan.

    h. Pacaran sebagai masa pemilihan calon pasangan hidup
    Artinya masa pacaran ini berfungsi sebagai masa pencarian, pemilihan, dan penentuan calon teman hidup untuk persiapan dalam pernikahan guna membangun rumah tangga baru. Dengan pacaran, seseorang dapat mengenal kelebihan dan kelemahan pacarnya. Apabila ada permasalahan, mereka dapat memecahkan bersama-sama, tanpa memaksakan kehendak secara egois.

     
    Me On FacebookPranata Thanderiz | Sponsor by kratingdeng - Premium Blogger Themes | Online Project management