• HUMOR
  • Selasa, 07 Agustus 2012

    Penyebab Adanya kabut


    Kabut adalah kumpulan tetes-tetes air yang sangat kecil yang melayang di udara. Kabut mirip dengan awan, namun, awan tidak menyentuh permukaan bumi, sedangkan kabut menyentuh permukaan bumi. Kabut biasa terlihat di daerah yang dingin atau daerah yang tinggi. kabut terbentuk ketika udara yang jenuh akan uap air didinginkan di bawah titik bekunya. Saat ini ada empat jenis kabut yang diketahui, yaitu: kabut advection, kabut frontal, kabut radiasi, dan kabut gunung.

    Kabut advection adalah kabut yang terbentuk dari aliran udara yang melewati suatu permukaan yang memiliki suhu yang berbeda. Contoh kabut advection adalah kabut laut yang terjadi ketika udara yang basah dan hangat mengalir di atas suatu permukaan yang dingin.


    Kabut laut sering muncul di sepanjang pesisir pantai dan di tepi-tepi danau. Kabut frontal terbentuk melalui suatu pertemuan antara dua masa udara yang berbeda temperaturnya. Kabut ini terbentuk ketika hujan turun dari masa udara yang hangat ke dalam masa udara yang dingin tempat uap air menguap sehingga menyebabkan uap air pada udara dingin melampau titik jenuh.

    Kabut radiasi terbentuk pada malam yang tenang dan bersih, ketika tanah memancarkan kembali panas ke dalam udara. Satu lapis kabut terbentuk di seluruh permukaan tanah, dan secara bertahap bertambah menjadi tebal. Kabut Radiasi sering muncul di lembah- lembah yang dalam.

    Kabut gunung terbentuk ketika uap air bergerak menuju ke atas melewati lereng-lereng gunung. Udara dingin bergerak ke atas lereng sampai tidak sanggup menahan uap air. Titik-titik kabut kemudian terbentuk di sepanjang lereng gunung.

     Kabut, embun, dan awan saling berhubungan. Kenyataanya, cuma butuh satu perubahan dalam kondisi (seperti keberadaan atau ketidakberadaan aliran udara) sudah bisa menciptakan perbedaan apakah nanti yang terbentuk adalah Kabut, embun, atau awan. Mari kita lihat mengapa hal ini terjadi dan mengapa kabut muncul di tempat- tempat tertentu!

    Partikel-partikel kabut berdiameter lebih kecil dari 0,001 mm. Saat kamu tidak bisa melihat apa saja yang berada di depanmu karena kabut yang tebal, ini berarti terdapat 1227 partikel kabut dalam 1 centimeter kubik. Agar kabut terbentuk, uap lembab harus meninggalkan udara dan mengembun. Saat udara didinginkan di bawah titik tertentu yang disebut titik embun atau titik jenuh, kabut mulai terbentuk.
    Syarat terbentuknya kabut yang berikutnya adalah udara yang sejuk bercampur
    dengan udara yang lebih hangat (sebagai akibat dari aliran udara). Jika aliran udaranya rendah, proses pendinginan cuma berlangsung di dekat permukaan tanah dan membentuk embun. Saat aliran udara meningkat dengan pesat, proses pendinginan
    berlangsung di tempat yang tinggi dan membentuk awan. Jadi aliran udara yang
    mencampurkan udara dingin ke dalam udara yang lebih hangat harus mengalir dengan sepoi-sepoi agar kabutlah yang tercipta.

    Salah satu syarat agar hal itu terjadi adalah saat banyak sekali udara yang hangat melewati sebuah wilayah atau laut yang bersuhu dingin. Atau bisa saja sebaliknya, udara dingin melewati air yang hangat. Kondisi yang terakhir itu berlangsung di pagi hari dalam musim gugur di dekat kumpulan air seperti danau atau kolam. Udara dingin dan aliran udara yang hangat bercampur dan kamu akan mendapatkan kabut yang sepertinya tergantung di tengah-langit di atas kumpulan air.

    Kabut yang biasanya dilintasi para pengendara kendaraan bermotor pada tempat yang tinggi berbentuk awan. Jangkauan pandangan jatuh ke nol dan kendaraanmu harus dilengkapi dengan lampu besar “Fog”. Lampu ini mengeluarkan sinar kekuning-kuningan yang tidak terefleksi oleh permukaan kabut/awan yang keputih-putihan. Terbentuknya kabut merupakan sebuah fenomena alami dan manusia tidak dapat mengendalikan
    pembentukannya.

    0 komentar:

    Posting Komentar

     
    Me On FacebookPranata Thanderiz | Sponsor by kratingdeng - Premium Blogger Themes | Online Project management